DASAR TEORI KULTUR JARINGAN TANAMAN
Pelaksanaan teknik kultur jaringan ini berdasarkan teori sel seperti yang ditemukan oleh scheiden dan schwann, yaitu bahwa sel mempunyai kemampun autonom, bahkan mempunyai kemampuan totipotensi. Totipotesi adalah kemampuan setiap sel, dari mana saja sel tersebut diambil, apabila diletakan dalam lingkungan yang sesuai akan dapat tumbuh menjadi tanaman yang sempurna. (Suryowinoto, 1991).
Aplikasi kultur jaringan pada awalnya ialah untuk propagasi tanaman. Selanjutnya penggunaan kultur jaringan lebih berkembang lagi yaitu untuk menghasilkan tanaman yang bebas penyakit, koleksi plasma nutfah, memperbaiki sifat genetika tanaman, produksi dan ekstaksi zat-zat kimia yang bermanfaat dari sel – sel yang dikulturkan. (George dan Sherrington, 1984). SELENGKAPNYA

3 tanggapan kepada “DASAR TEORI KULTUR JARINGAN TANAMAN”
yussy
Maret 7th, 2009 pada 06:38
keren jga yach…..!!!!
budi k
Januari 17th, 2010 pada 14:56
apa bisa saya minta teori kultur jaringan selengkapnya?
anjar
Januari 19th, 2010 pada 15:56
boleh